untîtled
Tuesday, June 27th, 2006engkaulah garis tinta pertama yang menulis aksara merangkai kata
di lembar putih hati tuk pahami semu cinta bersulur luka
engkaulah gelombang inisiasi yang menghanyutkan gulir logika
di luasnya samudra tak bertepi tuk selami asmara maya
engkau juga goresan cat kesatu
yang melukis pelangi di bening hampa kalbu
dengan warna-warni abadi tuk rasakan sesak rindu
engkau pahatan mula yang mengukir tanda mutlak di relung sukma
kekal bertahan di ganasnya zaman, tak terkikis gemuruh era
kalimatmu terpatri absolut di kaca jiwa dan tak menghilang
menyegel namamu tuk lalu bersemayam di sudut palung bimbang
engkau pula detik awal yang menyeret polos jiwa
dalam sunyi perputaran waktu tuk mengenal derai derita
detaknya terdengar seperti takkan pernah berhenti berirama